Perjalanan ini sudah cukup jauh, dan tentu saya berharap panjang umur untuk lebih jauh. Terimakasih atas hidup dan pengalaman didalamnya. Pengalaman akan pendidikan dan pergaulan sosial. Pengalaman akan kecukupan dan kekurangan. Pengalaman akan tawa dan kesedihan.
Tidak selalu mudah untuk mengenali diri, membangun dan berdiri di atas kehendak pribadi dewasa ini. Ada serbuan keinginan yang muncul di halaman awal pikiran setiap hari, ada ribuan tantangan dan peluang, sekaligus kekuatiran yang akan menghabiskan daftar yang panjang jika diurutkan satu-per satu.
Uang datang dan pergi dengan berbagai cara dan upaya. Mendatangkan uang berarti melakukan upaya dan kerja. Hampir semua aspek kehidupan melibatkan uang - sebagai kuantitas energi, meski bukan takaran yang adil. Itulah sebabnya uang disebut juga perlindungan setelah hikmat.
Orang tua kita dan kita melakukan sejumlah investasi untuk meneruskan kehidupan. Bekerja dan membayar biaya pendidikan untuk mendirikan sebuah korporasi manusia yang bernama "X". Sepanjang itu juga kita melakukan beragam transaksi untuk meneruskan korporasi diri kita. Dalam mendatangkan dan mengeluarkan sejumlah uang kita dapat menikmati berbagai pengalaman, entah itu pengalaman yang langsung mendatangkan uang atau membelanjakan uang. Semua berkaitan dengan uang, sejak upaya kita dikuantifikasi dengan sebutan "uang".
Meski uang punya satuan, namun tidak ada satuan yang adil untuk mendatangkan atau mengeluarkan uang. Tidak ada aturan arus uang per waktu. Uang seperti, bagaimana kita mengasup dan mengeluarkan energi. Tidak ada kepuasan, kecuali kita merasa cukup.
Tidak selalu mudah untuk mengenali diri, membangun dan berdiri di atas kehendak pribadi dewasa ini. Ada serbuan keinginan yang muncul di halaman awal pikiran setiap hari, ada ribuan tantangan dan peluang, sekaligus kekuatiran yang akan menghabiskan daftar yang panjang jika diurutkan satu-per satu.
Uang datang dan pergi dengan berbagai cara dan upaya. Mendatangkan uang berarti melakukan upaya dan kerja. Hampir semua aspek kehidupan melibatkan uang - sebagai kuantitas energi, meski bukan takaran yang adil. Itulah sebabnya uang disebut juga perlindungan setelah hikmat.
Orang tua kita dan kita melakukan sejumlah investasi untuk meneruskan kehidupan. Bekerja dan membayar biaya pendidikan untuk mendirikan sebuah korporasi manusia yang bernama "X". Sepanjang itu juga kita melakukan beragam transaksi untuk meneruskan korporasi diri kita. Dalam mendatangkan dan mengeluarkan sejumlah uang kita dapat menikmati berbagai pengalaman, entah itu pengalaman yang langsung mendatangkan uang atau membelanjakan uang. Semua berkaitan dengan uang, sejak upaya kita dikuantifikasi dengan sebutan "uang".
Meski uang punya satuan, namun tidak ada satuan yang adil untuk mendatangkan atau mengeluarkan uang. Tidak ada aturan arus uang per waktu. Uang seperti, bagaimana kita mengasup dan mengeluarkan energi. Tidak ada kepuasan, kecuali kita merasa cukup.

Comments
Post a Comment