Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Mysloopy

New Kids di Terasan

Uing... uing... Sudah tiga hari ia menguing di emperan. Tidak ada yang peduli, pun aku - kecuali seorang anak kecil anak tukang parkir yang suka mengusili mahluk kecil itu. Kadang ia menarik kakinya, kadang ekornya. Hari pertama ia terlihat bersih, gemuk dan lucu, namun itu tak membuatku mengatakan sesuatu. Aku selalu melewatinya ketika keluar masuk. Di hari ketiga ia lusuh, bulunya kini abu-abu, dan matanya berkedip-kedip. Banyak kotoran menempel disana. Namun di hari ketiga, pagi itu, aku memandangnya sejenak, keluar dari kesibukan dan keacuhan yang kusengaja. Uingg...uingg.... "Ah, anak kucing malang ini" pikirku. Aku segera beranjak dari kursi, dan membawakan sekaleng Bear-brand. Hanya butuh lima menit untuk mengenalkan padanya "ini susu". Dan akhirnya dia dengan lahapnya, dan tertidur hingga tengah hari di bawah meja. .............

Coki dan Manusia Purba

Hujan sore ini, ditemani badai sebagai pembuka. Plank-plank sempoyongan, banner bergetar di tempat. Aku menatap keluar menembus kaca yang jarang kulap. Sementara itu Coki berdiri di parkiran terbata-bata menahan pijakan kakinya, rasanya pantatnya juga bergeser sedikit demi sedikit diterjang angin, namun ia tetap berdiri menyaksikan eksyen alam yang mungkin baru pertama ia lihat. Badai, hujan, dan suara gemeretak apa saja yang mampu tergerak olehnya. Tiba-tiba. Paak...pak! (jangan kira ada orang memanggil 'pak', ini hanya tiruan suara). Dua plank akhirnya roboh, lalu terkulai segar bermandi hujan. Coki melonjak seketika, lalu lari menerobos pintu. Tanpa eong  ia bertengger di meja, lalu memutar pandangan ke luar. Sekarang ada dua kepala mendongak lewat kaca. Yang satu mahluk yang baru berusia beberapa bulan - dan tentu saja terheran-heran dengan apa yang sedang terjadi, sedangkan yang satu lagi manusia purba yang mungkin sudah ribuan kali melihat hal yang sama. Angin berangs...

Kami pasca Sloopy

Dua tahun kurang belasan hari tak menulis disini. Sloopy tak terdengar ngeongnya setahun lebih. Sekarang ada Ciki, skundiparanya yang gigih menemani meski sudah dibuang 2 kali. Jika ada yang mengatakan bahwa aku memelihara mereka, aku hanya diam. Jika pertanyaan yang sama diulang kembali aku hanya beri jawaban diam, hanya hati yang berkata kami berteman.  Sekali lagi, sudah dua kali Ciki kubuang beserta anak-anaknya. Merasa bersalah? Tentu saja ya. Setega itu pada mahluk kecil yang tidak menyusahkanku secara pribadi, tapi cukup mengusik kenyamanan tetangga. Sekali-sekali kukatakan padanya, kita penumpang. Namun, Ciki tak peduli. Ada rasa kesal karena diri sendiri belum mampu memperlakukan mereka lebih baik. Setelah dua minggu di pembuangan, Ciki kembali dengan badan memapan (tipis seperti papan). Ekornya peot, langkahnya reot menggiring anak-anak yang sanggup bertahan sampai tujuan. Aku pikir aku telah bebas dari keluhan tetangga, tapi sekarang dia kembali dengan dua ekor anaknya...

Mahluk Pencerita

Pagi tadi malas bangun. Sloopy menggaruk-garuk pintu minta dibukakan. Sementara anaknya satu orang nginap di dalam bermalas-malasan. Kami mulai di tempat kerja setengah sembilan, habis sarapan sepiring nasi dan dua sendok tumis sawi. Malas makan pake yang lain. Pesanan untuk besok pagi sedang diproses (diterjemahkan: red.)mengejar tenggat. Baru menyelesaikan setengah lembar, ngantuk mulai lagi. Oh yeah...sakaw alami yang menyebalkan - datang di tempat yang salah. Dua tiga kali aku tersentak auman kendaraan di luar. Itu berlangsung hanya beberapa detik. Lalu, ngantuk datang lagi, datang lagi dan lagi. Posisi wajah menatap sayu pada monitor, semakin sayu, semakin dekat, hingga kehidupan sekitar jadi sayup, cahaya meredup. Tapi, kesakaw-an itu tiba-tiba kacauw. Sesosok hitam menempel dikaca mengetok-ngetok dari luar. Ia tertawa sumringah. Deretan gigi putihnya memblur. Haia, aku tau maksudnya. Paling juga mengulang pertanyaan yang sama: "kucingnya bisa ngomong ya?". Pertany...

Sloopy... Kita Lagi Menulis

......., Sloopy dan Aku ........ (titik-titik) adalah semua yang ada di luar. Sebuah PC, scanner, printer, dan tempat kerja dimana kami berkutat seharian; orang-orang yang lalu-lalang; pelanggan; teman-teman op; dua arus jalan; tetangga sebelah tempat kami beli air mineral; warung-warung di depan tempat kami makan; anak-anak tangga jalan kami keluar dan kembali ke sarang; sebuah kamar kecil namun serasa surga; dan ya, itu dia pohon-pohon yang berdiri anggun di tengah kedua arah jalan yang setiap pagi dan malam kami senyumi; pun lampu jalan seperti penjaga malam selalu menyenter ke arah jendela kamar, memastikan kami melongok ke luar pertanda kami masih ada (setidaknya di sekitar sini). Sloopy, dengan apa dia kujelaskan? Lihat saja pengeong yang bermukim di rumah anda, atau yang anda jumpai di emperan. Dia tidak lebih dari itu, kecuali ada yang suka menunggu anda di luar kamar mandi atau menunggu anda dengan sabar untuk beranjak dari depan monitor. Aku adalah pencerita, panggil sa...

Sifu, Sloopy

Sifu, anak Chen, betina, hilang usia 7 bulan. Sifu punya saudara lain, juga betina diberi nama Sloopy karena senang tidur di atas sandal. Mau sandal bau atau baru tetap jadi tempat tidur favoritnya. Sifu yang selalu setia menemani saya waktu kerja. Jika tidak sedang sibuk dia akan tidur di atas meja, tapi kalau sedang sibuk dia tidur di belakang saya. Jadi saya harus berbagi tempat duduk untuk tempat tidurnya. Ini Sloopy, selain suka tidur di atas sandal juga suka mencari tempat yang agak tinggi alias manjat sana-sini untuk nongkrong. Waktu kecil saya kira bukan anak kucing. Jarang bersuara. Kalaupun mengeluarkan suara - bukan mengeong. Saya sering terbangun dari tidur ketika mereka masih kecil, karena suka melintas dari kepala sampai perut. Mereka kira saya catwalk . Seperti yang anda lihat, Sifu dan Sloopy bukan aristocats atau kucing berdarah ningrat. Mereka hanya anak kucing jalanan yang dititip induknya, karena harus mengikuti siklus hewani - kawin lagi. Banyak inspiras...