Skip to main content

Setelah kutau warisanku

Setelah semua itu berlalu, aku mengerti
setelah hari-hari yang lalu,
melewati suka maupun sedih
kini kulihat apa maksudnya

Kakekku memberitakannya,
kasih sayang ayahku mencerminkannya
Pamanku juga memberitakannya
bahwa,
Yehuwa adalah warisanku
warisan yang tak tergantikan dengan apa pun
sejak kutahu Yehuwa adalah Allahku.

Bangsa-bangsa, kemana melangkah?
kami datang memberitakannya
kami gemar mempercakapkan tentang Yehuwa
sebab Ia Allah Yang sejati dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang tidak tertentu

Hai kaum muda, kemana melangkah?
Yesus putraNya telah memerintah sebagai Tuan
lihat, periksalah kitab-kitab
segeralah beri telinga dan hati
sebab masa muda adalah masa keemasan
masa mengejar perkenan Tuan.

Setelah semua itu berlalu
aku mengerti bahwa mengenal Yehuwa adalah warisanku

kakekku Frederik Sibarani memberitakannya
Pamanku Adelbert Sibarani memberitakannya
Ayahku mencerminkannya.

Tidak ada pendidikan yang lebih baik dari memberi diri diajar olehNya
Tidak ada pengalaman yang lebih baik dari mengecap perkenanNya

Kini, aku bernyanyi bahwa mengenal Yehuwa adalah warisanku.

Comments

Popular posts from this blog

Padangbulan Mati Lampu

Apakah puisi? adalah kata-kata pengias dan pengabur. Tanyalah sang pujangga, apa isi hatinya? ~~~ Terlihat, seorang pria menyeberang jalan sambil tertawa, seorang wanita berlangkah tiga per empat meter membelah kegelapan malam. Wahai, kemanakah para maniak elektronik ke manakah imajinasimu ketika Padangbulan mati lampu. Dan, pria ini setengah telanjang - setiap perbuatan malam melucuti jubah keperkasaannya. Di atas trotoar ia menangis, sebelum laporan pesan singkat yang tertunda: "…sayang, cukuplah sudah…"

Mempertanyakan Ide

Dalam ketiadaan ide, ada ide menuliskan ketiadaan ide, dan itu ide juga. Pohon meranggas tertiup angin senja juga ide, sebuah ide yang mengatakan keberadaan angin dan siklus hidup pohon yang meranggas - bukan ubanan. Jika kau menuliskan kata-kata di kotak posting tanpa ide - kecuali keinginan untuk menulis yang tidak jelas dalam pikiran, itu juga ide. Entah apa ide! Melempar pandangan ke jalanan macet dan kebisingan yang sudah biasa merongrong gua telinga juga ide, ide tentang orang-orang modern dengan sifat aneh, orang primitif saja tidak suka kebisingan, masih suka berbisik meski hanya ada dua orang yang berbicara. Dan itu adalah ide yang tidak diperhitungkan ide. Dan sekarang aku harus keluar karena satu pesan singkat yang baru kuterima, dan itu juga ide - untuk melangkahkan kaki ini keluar dan membawa tubuh ini pergi dengan kaki. Lagipula bukankah ini hampir magrib?

Sifu, Sloopy

Sifu, anak Chen, betina, hilang usia 7 bulan. Sifu punya saudara lain, juga betina diberi nama Sloopy karena senang tidur di atas sandal. Mau sandal bau atau baru tetap jadi tempat tidur favoritnya. Sifu yang selalu setia menemani saya waktu kerja. Jika tidak sedang sibuk dia akan tidur di atas meja, tapi kalau sedang sibuk dia tidur di belakang saya. Jadi saya harus berbagi tempat duduk untuk tempat tidurnya. Ini Sloopy, selain suka tidur di atas sandal juga suka mencari tempat yang agak tinggi alias manjat sana-sini untuk nongkrong. Waktu kecil saya kira bukan anak kucing. Jarang bersuara. Kalaupun mengeluarkan suara - bukan mengeong. Saya sering terbangun dari tidur ketika mereka masih kecil, karena suka melintas dari kepala sampai perut. Mereka kira saya catwalk . Seperti yang anda lihat, Sifu dan Sloopy bukan aristocats atau kucing berdarah ningrat. Mereka hanya anak kucing jalanan yang dititip induknya, karena harus mengikuti siklus hewani - kawin lagi. Banyak inspiras...