Skip to main content

Saat Tak Seorang Disampingku

Yang kusuka darimu adalah, selalu mengatakan dengan santun. Menunggu sampai orang selesai berbicara jika terlalu menyebalkan, memotong mereka jika tak menyukai selanjutnya. Ah semua orang begitu!
Yang kusuka darimu adalah mengatakan cukup jika sudah cukup. Melupakan sesuatu seperti tidak pernah terjadi. Pura-pura? Ya! Menulis banyak rencana tetapi hanya sedikit yang terwujud … Ya, aku sedang menuju ke wujud itu. Hus, jangan potong dahulu. Dahulu? Kenapa tidak mengatakan “Jangan potong sekarang?” Karena bahasa terlalu rumit atau malah gampang dimengerti. Semua orang tahu selalu ada komparitas rumit, sulit, mudah, gampang… Ya, tapi bahasa bukanlah gampangan. Ia menggunakan lidah, tangan, kaki, bibir, kelopak mata, bola mata, bahkan hidung untuk mengatakan “hei kau bau!”, atau “hei manis…” dan kucingku selalu saja mengikutkanku. Hmm. Dia tak mengerti bahasa kau!
Jadi, apa yang mau kau katakan apa? Aku hanya mau katakan, aku ingin menulis. Saat tak ada seorangpun disampingku. Menunggu job selepas hujan. Kalau begitu teruskan!

Comments

Popular posts from this blog

dejavan

Terasa narsis memasang foto di header blog. Ya, sempat terpikir begitu. Tetapi, aku segera menepis pikiran itu. Aku harus mencintai dari dalam agar bisa keluar. Narsis lagi, tetapi itu lebih baik karena aku tidak akan menghentikan keinginanku untuk mewujud. Yes, it is me. Terimakasih kepada Tuhan atas hidup ini, aku telah melewati yang buruk dan yang baik. Dan untuk selanjutnya aku memilih untuk melewati kebaikan karena aku memikirkan dan menginginkannya. Aku akan berpusat padanya, karena aku punya mimpi untuk mewujud. Terimakasih kepada orangtua, guru, teman, dan semua orang yang ada sepanjang perjalanku yang telah lalu dan saat ini, dan yang akan datang. Kamu adalah rekan alam semesta untuk mewujudkan apa yang kita harapkan. Tulisan ini kumulai pada saat aku merasa lebih baik dalam hidupku. Ketika aku menemukan lahanku yang selama ini tak tertanami dengan baik, kini aku berdiri di sudut ujung menggarapnya dengan sepenuh hati dan benih yang baik telah kusiapkan untuk kutanam. ...

Setelah kutau warisanku

Setelah semua itu berlalu, aku mengerti setelah hari-hari yang lalu, melewati suka maupun sedih kini kulihat apa maksudnya Kakekku memberitakannya, kasih sayang ayahku mencerminkannya Pamanku juga memberitakannya bahwa, Yehuwa adalah warisanku warisan yang tak tergantikan dengan apa pun sejak kutahu Yehuwa adalah Allahku. Bangsa-bangsa, kemana melangkah? kami datang memberitakannya kami gemar mempercakapkan tentang Yehuwa sebab Ia Allah Yang sejati dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang tidak tertentu Hai kaum muda, kemana melangkah? Yesus putraNya telah memerintah sebagai Tuan lihat, periksalah kitab-kitab segeralah beri telinga dan hati sebab masa muda adalah masa keemasan masa mengejar perkenan Tuan. Setelah semua itu berlalu aku mengerti bahwa mengenal Yehuwa adalah warisanku kakekku Frederik Sibarani memberitakannya Pamanku Adelbert Sibarani memberitakannya Ayahku mencerminkannya. Tidak ada pendidikan yang lebih baik dari memberi diri dia...

Fokus Fokus Fokus

Apa yang harus kulakukan? Yang harus kulakukan adalah melakukan kelanjutan apa yang kulakukan kemarin. Belajar lebih banyak untuk mengembangkan dan membuatnya lebih mudah digunakan Belajar lebih banyak untuk mencapai goal Fokus Fokus Fokus Fokus Fokus Fokus Fokus..