Skip to main content

Posts

Mahluk Pencerita

Pagi tadi malas bangun. Sloopy menggaruk-garuk pintu minta dibukakan. Sementara anaknya satu orang nginap di dalam bermalas-malasan. Kami mulai di tempat kerja setengah sembilan, habis sarapan sepiring nasi dan dua sendok tumis sawi. Malas makan pake yang lain. Pesanan untuk besok pagi sedang diproses (diterjemahkan: red.)mengejar tenggat. Baru menyelesaikan setengah lembar, ngantuk mulai lagi. Oh yeah...sakaw alami yang menyebalkan - datang di tempat yang salah. Dua tiga kali aku tersentak auman kendaraan di luar. Itu berlangsung hanya beberapa detik. Lalu, ngantuk datang lagi, datang lagi dan lagi. Posisi wajah menatap sayu pada monitor, semakin sayu, semakin dekat, hingga kehidupan sekitar jadi sayup, cahaya meredup. Tapi, kesakaw-an itu tiba-tiba kacauw. Sesosok hitam menempel dikaca mengetok-ngetok dari luar. Ia tertawa sumringah. Deretan gigi putihnya memblur. Haia, aku tau maksudnya. Paling juga mengulang pertanyaan yang sama: "kucingnya bisa ngomong ya?". Pertany...

Saat Tak Seorang Disampingku

Yang kusuka darimu adalah, selalu mengatakan dengan santun. Menunggu sampai orang selesai berbicara jika terlalu menyebalkan, memotong mereka jika tak menyukai selanjutnya. Ah semua orang begitu! Yang kusuka darimu adalah mengatakan cukup jika sudah cukup. Melupakan sesuatu seperti tidak pernah terjadi. Pura-pura? Ya! Menulis banyak rencana tetapi hanya sedikit yang terwujud … Ya, aku sedang menuju ke wujud itu. Hus, jangan potong dahulu. Dahulu? Kenapa tidak mengatakan “Jangan potong sekarang?” Karena bahasa terlalu rumit atau malah gampang dimengerti. Semua orang tahu selalu ada komparitas rumit, sulit, mudah, gampang… Ya, tapi bahasa bukanlah gampangan. Ia menggunakan lidah, tangan, kaki, bibir, kelopak mata, bola mata, bahkan hidung untuk mengatakan “hei kau bau!”, atau “hei manis…” dan kucingku selalu saja mengikutkanku. Hmm. Dia tak mengerti bahasa kau! Jadi, apa yang mau kau katakan apa? Aku hanya mau katakan, aku ingin menulis. Saat tak ada seorangpun disampingku. Menunggu...

Belum Tidur

Aku memandangi plank yang baru selesai kupasang, sejenak! Sambil menghela nafas aku bergumam huh, dan senyum panjang menghiasi bibirku (andainya seseorang memperhatikan itu). Sloopy entah kemana. Perut terasa menggigit, kulihat angka di sudut kanan bawah komputerku 2:49. Pantess Sloopy kabur, dari tadi dia sudah menunggu, mana warung tempat sarapan kami tidak buka, ditambah makan siang kesorean. Sori Slovai! Begitu bisik dalam hatiku. Usai makan siang sore itu, aku menghampiri Facebook . "Entah apa faedah berlama-lama hanya membaca komentar kajol (tidak jelas) orang-orangan situs perkomburan ini" Andai aku meluangkan waktu belajar satu bidang yang kuminati 25 menit x 3 kali dalam sehari, barangkali aku bisa menguasainya dalam satu atau dua tahun. "Ah, besok tak perlu lagi kubuka fesbuk ini" begitu gerutuku tiap selesai menutup Facebook. Tapi nyatanya, sampai hari ini aku masih buka, apalagi kemarin ada seorang teman ( fesbuk ) yang ngajak ngobrol. Ingin tahu, ka...

Kangen

Waktu aku masih kecil, ibuku kerap menceritakan sebuah pengalaman ketika ia mengandungku." Kau matahari terbit yang mengejutkan ibu". Saat itu, ia tidak sedang merayu, karena tanpa rayu semua tugas kusiapkan dengan baik. Kini, ibuku tak kudengar lagi mengatakan hal itu, mungkinkah ia sudah lupa? Atau barangkali, aku yang lupa beberapa jenak akan ibuku.

Slovai

Slovai... Itu ejaan panggilan Sloopy oleh seseorang. Yang entah slovai sadari atau tidak, dia telah membawakannya 4 kali makan siang. Dan lihatlah, perutnya yang tengah hamil tua tambah melorot ke bawah. Aku juga ikut-ikutan memanggilnya Slovai, apalagi saat dia agak menjengkelkan. Menggaruk-garuk tiang pintu seperti ritual yang mengasyikkan buatnya. Betapa tidak mengesalkan, tengah malam minta keluar, sementara saya harus bangkit dari tempat tidur dan membukakan pintu, lalu menunggunya di depan pintu hingga bermenit-menit dengan mata setengah tidur. Sloopy tak kunjung muncul dari gang, berapa lama sih seekor kuciang untuk menyelesaikan urusan domestiknya? Atau dia sempat golek-golek menikmati sinar bulan atau bintang di atas sana? Tapi sinar itu tidak menghangatkannya, meski ada lusinan bintang yang bercahaya, tidak sehangat bintang mata penanda hari. Kadang aku harus menjemputnya ke belakang. Tak salah lagi, Sloopy golek-golek di bawah tali jemuran, dan ya, aku tahu dia tidak mengha...

Open the Gate

Kumulai hari ini dengan sebuah kalimat "Open the gate". Kami tidak punya pintu gerbang, yang ada hanya pintu kamar kos-an yang selalu digaruk-garuk oleh Sloopy kalau dia ingin keluar tengah malam. Pagi ini, dengan sebotol air mineral yang rasanya tetap sama di atas meja kerjaku dan satu order yang tenggat waktu hingga nanti sore. Kejenuhan sudah merayapiku sejak tahun lalu. Nyatanya banyak yang sudah terjadi, tetapi aku masih tetap disini. That was the matter, but it doesn't matter at all. Murakami seorang ahli biokimia peraih nobel berpendapat bahwa seringkali kita harus ada dalam situasi yang memaksa hingga kita membuat keputusan yang benar-benar mengubah keadaan atau membuat lompatan yang jauh dalam hidup. Ia yakin bahwa manusia punya potensi yang sangat besar dalam dirinya untuk menjadi apapun, namun penampakan potensi itu tidak sama pada setiap orang karena ada faktor yang tidak selalu kita sadari mengaktifkan gen-gen positif dalam diri kita. Faktor itu mungkin lingk...

Sloopy... Kita Lagi Menulis

......., Sloopy dan Aku ........ (titik-titik) adalah semua yang ada di luar. Sebuah PC, scanner, printer, dan tempat kerja dimana kami berkutat seharian; orang-orang yang lalu-lalang; pelanggan; teman-teman op; dua arus jalan; tetangga sebelah tempat kami beli air mineral; warung-warung di depan tempat kami makan; anak-anak tangga jalan kami keluar dan kembali ke sarang; sebuah kamar kecil namun serasa surga; dan ya, itu dia pohon-pohon yang berdiri anggun di tengah kedua arah jalan yang setiap pagi dan malam kami senyumi; pun lampu jalan seperti penjaga malam selalu menyenter ke arah jendela kamar, memastikan kami melongok ke luar pertanda kami masih ada (setidaknya di sekitar sini). Sloopy, dengan apa dia kujelaskan? Lihat saja pengeong yang bermukim di rumah anda, atau yang anda jumpai di emperan. Dia tidak lebih dari itu, kecuali ada yang suka menunggu anda di luar kamar mandi atau menunggu anda dengan sabar untuk beranjak dari depan monitor. Aku adalah pencerita, panggil sa...