Skip to main content

Posts

Open the Gate

Kumulai hari ini dengan sebuah kalimat "Open the gate". Kami tidak punya pintu gerbang, yang ada hanya pintu kamar kos-an yang selalu digaruk-garuk oleh Sloopy kalau dia ingin keluar tengah malam. Pagi ini, dengan sebotol air mineral yang rasanya tetap sama di atas meja kerjaku dan satu order yang tenggat waktu hingga nanti sore. Kejenuhan sudah merayapiku sejak tahun lalu. Nyatanya banyak yang sudah terjadi, tetapi aku masih tetap disini. That was the matter, but it doesn't matter at all. Murakami seorang ahli biokimia peraih nobel berpendapat bahwa seringkali kita harus ada dalam situasi yang memaksa hingga kita membuat keputusan yang benar-benar mengubah keadaan atau membuat lompatan yang jauh dalam hidup. Ia yakin bahwa manusia punya potensi yang sangat besar dalam dirinya untuk menjadi apapun, namun penampakan potensi itu tidak sama pada setiap orang karena ada faktor yang tidak selalu kita sadari mengaktifkan gen-gen positif dalam diri kita. Faktor itu mungkin lingk...

Sloopy... Kita Lagi Menulis

......., Sloopy dan Aku ........ (titik-titik) adalah semua yang ada di luar. Sebuah PC, scanner, printer, dan tempat kerja dimana kami berkutat seharian; orang-orang yang lalu-lalang; pelanggan; teman-teman op; dua arus jalan; tetangga sebelah tempat kami beli air mineral; warung-warung di depan tempat kami makan; anak-anak tangga jalan kami keluar dan kembali ke sarang; sebuah kamar kecil namun serasa surga; dan ya, itu dia pohon-pohon yang berdiri anggun di tengah kedua arah jalan yang setiap pagi dan malam kami senyumi; pun lampu jalan seperti penjaga malam selalu menyenter ke arah jendela kamar, memastikan kami melongok ke luar pertanda kami masih ada (setidaknya di sekitar sini). Sloopy, dengan apa dia kujelaskan? Lihat saja pengeong yang bermukim di rumah anda, atau yang anda jumpai di emperan. Dia tidak lebih dari itu, kecuali ada yang suka menunggu anda di luar kamar mandi atau menunggu anda dengan sabar untuk beranjak dari depan monitor. Aku adalah pencerita, panggil sa...

Bagaimana

Bagaimana jika huruf-huruf itu hanyalah bercak warna kursor mata pun tidak tahu lari kemana hang, hung , heng saluranmu tersedot keluar pada dia yang menyentuh tembok menyemburkan brrrrrr... siraman pertamanya ditelan bumi bagaimana dia berekpresi - mengejutkan telinga banyak orang, mengembus-embus yang tidak panas, menumbangkan pohon, mengurung mereka dalam periode yang sama. sungguh pun engkau tahu, aku tidak tahu bagaimana - semua itu... lewat begitu saja di depanku.

Demokrasi - Manajemen Resiko ala Markowitz

Bulan ini dan beberapa hari ke depan penuh dengan perhelatan pesta demokrasi. Pesta demokrasi apa seminar demokrasi? Kedua-duanya sama saja bikin meriah dan mendidik. Pagi ini, seperti biasa jalanan macet. Saya tidak terjebak macet - hanya pengamat kemacetan lewat jendela kamarku, mengingatkan satu subjek matakuliah empat tahun lalu, sambil mengucek mata melihat keluar - itu dia Diversifikasi Portofolio ala Harry M. Markowitz ! Berbicara demokrasi juga mengingatkan kita pada satu tokoh penting bernama John Locke (atau Anda malah teringat salah satu figur DemoCrazy di salah satu stasiun televisi?). Saya mulai mencoba mengingat, apa ada kesamaan antara Locke dan Markowitz. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan gambar ini. (tidak banyak kesamaan, yang satu botak, berkacamata dan yang satu lagi gondrong, tanpa kacamata - only joke ) Locke seorang penggagas dasar konstitusi demokrasi - pemisahan kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Ya, penganjur apa yang sedang kita sibu...

Lautan dan Roti

Hidup adalah sesuatu yang menarik untuk disimak. Kita adalah hidup itu dan penyimak itu juga. Selalu ada cara dan kata yang mengalir. Berapa besar oplah semua surat kabar dan halaman media online yang terbit tiap pagi? Belum ada yang menghitungnya! Yang menarik adalah, bahwa mereka punya siklus sebagaimana hidup itu sendiri. Anda seorang seleb, anda selingkuh dan biarkan media meliput kehidupan anda, maka kepingan hidup anda terbentuk, bisa hanya sampai beberapa jam, hari, bulan, bahkan tahun. Terserah anda mau memusingkannya atau tidak. Orang peduli atau tidak peduli - sedasyat apa ledakannya, suatu saat akan menemui akhir siklusnya. Saya terkesan dengan kata-kata Mario Teguh, "hati seperti lautan yang luas, yang menopang langit yang luas". Semua pengalaman selalu ditampungnya, tak kenal itu baik maupun buruk, semua pasti benam di lautan hati. Seberapa luaskah hati itu? Kita tidak tahu berapa luasnya, tetapi volumenya (hati fisik) pastilah terukur. Mendengar kata-kata i...

Lagu Jadul - Lagu Batin

Ada dua lagu jadul (jaman doeloe) yang kudengar dan kunyanyikan hari ini. Sloopy belum juga tidur, ia memandangku penuh tanya. Heran. Karena nada suaraku tidak seperti biasa, lebih panjang dan ya, itu aneh pikirnya. Dia pasti belum mengerti bahwa manusia mengeluarkan suara untuk berbicara dan menyanyi. Lagu jadul yang pertama, mengingatkanku pada ibu nun jauh disana. Apa pulak maksud nun jauh disana? Ya, salah satu lagu yang kerap beliau nyanyikan selagi anak-anaknya tidur pulas ditimang udara subuh yang segar, sebelum matahari mewarnai deretan gunung di kejauhan dan menghijaui daun jambu biji di depan rumahm, sebelum si Nero menyelinap masuk kamar dan menjilat wajahku hingga aku terbangun. Artinya, ibu belum membuka pintu dapur, masih gelap - batang pohon rambutan masih belum jelas terlihat di belakang rumah. Aku hanya anak lelaki kecil kelas dua esde yang sudah menyiapkan pe-er hari sebelumnya, sementara tugas menyemir sepatu bapak sudah berhenti sejak tiga bulan sebelumnya. Karen...

Afirmasi Cinta Diri

I wanna call the stars, down from the sky, I wanna live a day, that never dies, I wanna change the world only for you, all the impossible I wanna do. Baik, anda pasti tahu tepatnya judul lagu itu. Tante manis Diana Ross pelantun yang tiada duanya. Seperti anda, saya juga masih ingat giginya yang kinclong membuat spirit lagu itu penuh di sanubari. Meski saya tidak begitu peduli akan makna lagu ini ketika di bangku sekolah dasar, tetapi saya sempat curi-curi baca majalah Aneka Yess-nya kakak saya karena fotonya dimuat disitu. Agama ketiga dunia ini adalah musik. Maksud saya bukan agama secara harafiah. Kita menemuinya dimana-mana - ketika anda di jalan, di tempat kerja, di kantin atau tempat anda makan siang, di atas kendaraan, dan ketika anda tiba di rumah, musik selalu setia mengiringi anda. Bahkan syair lagu yang kita dengar bisa lebih panjang dari bahan bacaan kita dalam satu hari. Kembali ke When you tell me that you love me. Ada banyak syair serupa, kebanyakan lagu menceritaka...